Kelompok Hindu Kanan Larang Adanya Perayaan Natal di Sekolah-Sekolah India

Pihak berwenang yang ada di negara bagian Uttar Pradesh, India, pasalnya memerintahkan sejumlah anggota polisi untuk memastikan bahwa perayaan Natal berjalan dengan damai. Hal ini menyusul adanya kelompok sayap kanan Hindu yang mana mengancam akan mengganggu perayaan itu.

Adanya Ancaman dari Kelompok Kanan Hindu

Kelompok yang bernama Jagran Manch ini mengirim surat kepada berbagai sekolah yang ada di kota Aligarh dan meminta mereka agar tak merayakan Natal. Mereka mempunyai dalih bahwasanya perayaan Natal itu akan menjadi sebuah langkah menuju ke ‘pemaksaan pindah agam’ pada murid-murid yang beragama Hindu.

Negara bagian tersebut pasalnya diperintah oleh Partai Hindu Nasionalis bernama BJP atau Bharatiya Janata yang mana dipimpin oleh Narendra Modi, Perdana Menteri India. Seorang pejabat mengatakan bahwa semua aparat yang ada di berbagai pelosok sudah diperintahkan untuk bisa melakukan tindakan tegas pada siapa saja yang mencoba menghalangi perayaan Natal.

Sonu Savita, seorang pengurus kelompok Hindu Jagran Manch, berkata, dilansir dari BBC Indonesia bahwasanya, “di sekolah-sekolah Kristen, para siswa Hindu diminta untuk membawa mainan, hadiah dan juga diminta untuk merayakan Natal. Ini merupakan cara mudah untuk mereka agar masuk ke agama Kristen.” Sekretaris kelompok tersebut yakni Sanju Bajaj menambahkan, “Apabila seolah-sekolah tersebut tak mematuhi aturan kami, kami bakal melakukan demonstrasi di luar-luar gedung sekolah tersebut.”

Sebelumnya, kira-kira beberapa hari lalu ada 6 penyanyi paduan suara yang mana ditangkap di negara bagian Madhya Pradesh sesudah seorang pria menuduhnya mencoba untuk memaksa pindah ke agama Kristen. Salah seorang yang saat itu ditangkap adalah seorang professor yang ada di sebuah perguruan Teologi Katolik. Kelompok tersebut pasalnya mengaku bahwa mereka hanya mengunjungi desa-desa guna menyanyikan lagu-lagu saja. Pria yang mana mengadukan kejadian togel online tersebut mengatakan kelompok itu termasuk juga professor tadi sebelumnya meminta untuk “menyembah Yesus Kristurs” dan ia juga menawarkan uang padanya agar mau pindah ke agama Kristen.

Konflik di India

Kejadian ini merupakan kejadian yang sangat memalukan bagi negara India. Nampaknya India sedang mengalami sebuah konflik agama. Pada bulan Februari 2015 silam diberitakan bahwa keributan besar sudah terjadi di India karena komentar pemimpin Hindu yang mana menyatakan bahwasanya kegiatan amal bunda Teresa mempunyai satu tujuan yakni mengubah rakyat miskin di India memeluk kepercayaan Kristen.

Mohan Bhagwat yang mana merupakan pemimpin organisasi nasionalis Hindu atau RSS yang mana dikenal dekat dengan sang Perdana Menteri India, Narendra Modi, langsung mencuat. Komentar mohan menuai kritik lewat sosial media baik dari rakyat biasa sampai dengan kalangan politisi. Komentar Mohan itu dilontarka dirinya beberapa hari sesudah PM Modi bersumpah untuk melindungi kebebasan beragama di negara India. Pernyataan PM India tersebut disebabkan oleh serangkaian serangan pada beberapa gereja yang ada di Delhi.

Bunda Teresa yang mana sudah hampir bekerja selama hampir 50 tahun lamanya menolong kaum miskin yang ada di Kalkuta. Ia mendirikan badan misionaris amal yang mana ujungnya pada penghargaan Nobel atas jasanya di tahun 1979. India juga memberikannya penghargaan atas kontribusinya dengan penghargaan Bharat Ratna, yakni penghargaan tertinggi negara India untuk negara sipil.

Bahgwat menilai bahwa “kegiatan Bunda Teresa ini adalah hal yang positif. Akan tetapi kegiatan ini mempunyai satu buah tujuan yakni mengubah agama orang yang dibantunya menjadi Kristen.”