DC-Warner Rilis Tiga Film Joker di Tahun 2019?

Dalam jagat perfilman superhero Hollywood, dikenal banyak sekali karakter musuh utama yang begitu mencekam. Namuin entah MCU (Marvel Cinematic Universe) atau DCEU (DC Extended Universe), baik dalam versi komik atau film, semua sepakat jika Joker adalah musuh terburuk di semesta para pahlawan super. Musuh bebuyutan Batman itu selalu berbuat onar tanpa ada tujuan jelas. Yang terburuk dari sosok Joker adalah dirinya yang bahkan ogah mengikuti aturan bermain togel online dan tergila-gila pada kekacauan.

 

Tak heran kalau Joker memang jadi komoditi utama DC serta Warner Bros. Dibandingkan Marvel dan Disney melalui MCU, DCEU memang tertinggal jauh. Baru memulai pada MAN OF STEEL (2013), film-film DCEU bahkan cenderung lemah di box office jika dibandingkan dengan film-film MCU. Baru ada lima film, dengan kesuksesan terbesar adalah pada WONDER WOMAN (2017).

 

Setelah kegagalan JUSTICE LEAGUE (2017) yang di bawah harapan Warner Bros, DC memilih hanya merilis satu film tahun ini yakni AQUAMAN pada 21 Desember 2018. Namun ternyata tahun 2019 nanti, DCEU siap melahirkan tiga film berbeda yang memasang sosok Joker. Screen Rant melansir jika ketiga film Joker itu adalah film asal-usul Joker, sekuel SUICIDE SQUAD 2 dan GOTHAM.

 

Film Solo Joker Akan Sangat Kelam

 

Berbeda dengan MCU yang kerap memberikan kisah komedi-komedi ringan dalam film, DCEU sepertinya lebih identik dengan situasi kelam dalam fim-film mereka. Bahkan film solo Joker nanti kabarnya akan memiliki kisah yang suram tapi realistis. Untuk mewujudkannya, Warner Bros kabarnya sudah menggaet Todd Philips sebagai sutradara.

 

Nantinya film solo Joker ini akan bersetting tahun 1980-an dan menyorot masa lalu seorang Joker. Penggambaran seorang Joker yang adalah seorang anak tertindas hingga jadi psikopat bengis dikabarkan bakal jadi kekuatan utama film solo Joker.

 

Ada Tiga Kandidat Utama Pemeran Joker

 

Kalau bicara soal Joker, tentu tak akan melupakan sosok mendiang Heath Ledger. Pria yang meninggal tahun 2008 saat berusia 28 tahun itu bahkan dianggap sebagai aktor yang menampilkan sosok Joker terbaik. Bahkan Ledger memperoleh Piala Oscar untuk Aktor Pendukung Terbaik sebagai Joker. Hal ini cukup menarik karena di saat Christopher Nolan memilihnya sebagai Joker, para penggemar DC justru beramai-ramai menghujatnya.

 

Semua itu tak lepas dari peran kontroversinya sebagai Ennis Del Mar, sang koboi homo dalam BROKEBACK MOUNTAIN (2005). Namun penampilan jeniusnya sebagai Joker justru langsung melambungkan nama Ledger. Bahkan Joker versi Ledger itu ada dalam berbagai daftar musuh superhero terbaik dalam film di peringkat nomor satu.

 

Usai kematian Ledger, Joker untuk pertama kalinya dimunculkan kembali lewat SUICIDE SQUAD (2016) oleh aktor Jared Letto. Hanya saja Letto justru bingung dengan rencana film solo Joker. Vokalis band Thirty Seconds to Mars itu pun mengakui bahwa dia sangat mencintai karakter Joker yang dianggapnya begitu hebat itu.“Tidak ada kepemilikan dalam film Joker. Anda mendapat kehormatan memegang tongkat itu sebentar dan kemudian melewatinya. Tapi ada film lain dalam pengembangan dan saya senang menyambut rencana itu,” ungkap Letto kepada Screen Rant.

 

Hanya saja kabarnya Warner sudah memiliki calon lain pemeran Joker. Alih-alih Letto, mereka bahkan membidik Leonardo DiCaprio. Dan di saat rumor DiCaprio belum ada kejelasannya, kabar baru justru menyebut kalau Warner kini membidik Joaquin Phoenix sebagai calon kuat pemeran Joker. Namun Phoenix justru telah menolak tawaran itu secara tersirat.

5 Film Tentang Kesetaraan Gender Yang Wajib Ditonton

Rasanya hingga saat ini aktivitas paling populer yang sering dilakukan orang saat mengisi waktu luang adalah nonton film, baik di bioskop, streaming internet, atau dengan DVD. Tak hanya menjadi sarana hiburan, dengan menonton film orang juga dapat memetik pelajaran karena film juga dapat menjadi bentuk ekspresi serta idealism para pembuatnya. Salah satunya adalah tentang kesetaraan gender yang hingga saat ini masih sering menjadi isu bagi banyak orang.

 

Rekomendasi film tentang kesetaraan gender

Secara umum kita dapat mengartikan ini sebagai perspektif bahwa semua orang seharusnya diperlakukan setara tanpa diskriminasi hanya karena perbedaan gender. Inilah film-film berkualitas tentang kesetaraan gender yang dapat menjadi rekomendasi untuk Anda.

 

Lipstick Under My Burkha

Film yang dibintangi oleh aktris india populer Ratna Pathak Shah ini mengisahkan tentang lika-liku keseharian 4 wanita yang tengah mencari identitas, termasuk kebebasan pribadinya. Mereka terdiri dari seorang mahasiswi yang mengenakan burkha, ahli kecantikan, ibu dari 3 orang anak, serta seorang janda berusia 55 tahun. Ratna Pathak Shah sendiri memerankan janda tersebut. Film ini memang menimbulkan kontroversi termasuk di Negara India sendiri bahkan dicekal di jaringan bioskop India.

 

Lovely Man

Film Lovely Man sukses meraih penghargaan pada kategori actor terbaik pada ajang Asian Film Awards tahun 2012, oleh actor kawakan Donny Damara. Film togel singapura ini mengangkat kisah tentang seorang transgender, Ipuy, yang mencari nafkah demi anaknya, Cahaya, di jalanan ibukota. Cahaya sendiri tumbuh di kota kecil yang sarat dengan nilai-nilai religious yang kental. Di usia dewasanya akhirnya Cahaya berangkat ke Jakarta untuk mencari ayahnya. Konflik dalam film ini adalah tentang dinamika hubungan antara Cahaya dan Ipuy hingga akhirnya keduanya dapat saling berdamai dengan prinsipnya masing-masing.

 

Hidden Figures

Film ini diangkat dari kisah nyata kehidupan Katherine Goble, seorang wanita kulit hitam yang juga ahli matematika di NASA pada tahun 60-an. Selain Katherine, dua orang koleganya juga wanita berkulit hitam, yaitu Dorothy Vaughan, seorang ahli computer dan Mary Jackson yang seorang insinyur. Mereka bertiga adalah wanita keturunan Afrika Amerika pertama yang berkarier di NASA. Selain menghadapi diskriminasi yang berkaitan dengan warna kulitnya, para wanita perkasa ini juga harus bergelut dengan ketimpangan gender demi mendapatkan kesetaraan kesempatan.

 

Dangal

Film Bollywood Dangal bergenre biografi, drama, serta action yang dibesut oleh sutradara Nitesh Tiwari. Dangal mengangkat kehidupan dua wanita bersaudara yang menjadi pegulat wanita pertama di India dan sukses meraih kemenangan di Commonwealth Games 2010. Kedua atlet gulat tersebut, Babita Kumari dan Geeta Phogat, berhasil memboyong dua medali, masing-masing medali emas pada kategori 55 kg dan medali perak pada kategori 51 kg. Kedua wanita tangguh ini mendapatkan pelatihan langsung dari ayahnya, Mahavir Singh yang diperankan oleh actor india populer Aamir Khan. Film yang menginspirasi ini juga sukses menjadi film berpenghasilan tertinggi dalam sejarah industry film India hanya dalam dua minggu penayangannya.

 

Perempuan Berkalung Sorban

Film besutan sutradara kawakan Hanung Bramantyo ini mengangkat kehidupan putri seorang ulama bernama Anissa. Ia tumbuh dewasa di sebuah lingkungan pesantren konservatif di Jawa Timur. Para wanita di lingkungan tersebut sudah sejak kecil diajarkan bahwa mereka kelak harus mengabdi sebagai pelayan suami dan harus tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga. Namun Anissa yang cerdas mempunyai pola pikir yang berbeda. Ia berpendapat bahwa dari segi pemikiran dan pendidikan seorang wanita harus setara dengan pria. Film ini dihiasi oleh sederet bintang populer tanah air di antaranya adalah Reza Rahadian, Revalina S. Temat, Widyawati, dan lain-lain.

 

Yang mana favorit Anda?