4 Hari Tayang, ‘AYAT-AYAT CINTA 2’ Ditonton Hampir 800 Ribu Orang

Penantian hampir satu dekade mengenai kelanjutan kisah cinta Fahri (Fedi Nuril), sang pria Muslim yang begitu sempurna akhirnya terjawab lewat AYAT-AYAT CINTA 2. Rilis jelang liburan Natal dan Tahun Baru yakni pada Kamis (21/12) lalu, tak sulit bagi AYAT-AYAT CINTA 2 untuk menggaet ratusan ribu penonton togel online ke bioskop.

 

Membuktikan kalau dirinya adalah sekuel film paling diantisipasi tahun 2017 dan calon pencetak box office, AYAT-AYAT CINTA 2 mampu mendatangkan 200 ribu penonton di hari pertama tayang. Jumlah itu terus tidak terbendung mengingat ditayangkan bersamaan dengan long weekend. Tercatat setelah empat hari dirilis di jaringan bioskop XXI dan CGV seluruh Indonesia, AYAT-AYAT CINTA 2 sudah ditonton lebih dari 783.580 orang. Sebuah jumlah yang fantastis dan akan sangat mudah menyentuh angka satu juta penonton.

 

Dengan budget yang disebut-sebut menembus 16 miliar rupiah, AYAT-AYAT CINTA 2 memang sudah diharuskan ditonton jutaan orang. Sekedar informasi, AYAT-AYAT CINTA (2008) mampu bertengger di posisi keenam dalam daftar 10 besar film Indonesia terlaris sepanjang masa karena ditonton 3.676.135 penonton. Menarik untuk dinanti apakah AYAT-AYAT CINTA 2 mampu mengikuti jejak kesuksesan ADA APA DENGAN CINTA 2 (2016) yang sukses mengungguli prekuelnya dengan total 3.665.509 penonton.

 

Tayang di Tiga Negara Tetangga

 

Perbedaan paling utama dalam AYAT-AYAT CINTA 2 dengan prekuelnya adalah hanya Fedi yang kembali masuk sebagai pemeran utama. Hal ini dikarenakan istri Fahri, perempuan bercadar kaya raya nan cantik rupawan yakni Aisha (Rianti Cartwright) dikisahkan hilang di Jalur Gaza dalam misi kemanusiaannya di Palestina. Sementara Maria (Carissa Puteri) sudah meninggal di film pertama. Kehilangan Aisha yang merupakan cinta sejatinya membuat Fahri limbung dan hilang arah meskipun kini kehidupannya sudah jauh berbeda.

 

Ya, kini Fahri bukanlah seorang mahasiswa Indonesia miskin di Mesir. Karena dirinya sudah menjelma menjadi dosen tampan nan kaya raya di Edinburgh, Skotlandia. Di saat Fahri sudah mulai merelakan kepergian Aisha, muncullah perempuan-perempuan baru dalam kehidupannya. Mereka adalah Hulya (Tatjana Saphira) sepupu dari Aisha, lalu Keira (Chelsea Islan) seorang pemain biola berbakat yang begitu membenci Islam tapi akhirnya jatuh hati pada Fahri dan Sabrina (Dewi Sandra), perempuan bercadar misterius dengan wajah cacat.

 

Perbedaan cerita dan masuknya aktris-aktris papan atas membuat antusias AYAT-AYAT CINTA 2 memang terbangun tinggi. Tak ingin hanya bergaung di Indonesia, MD Pictures pun siap memboyong film ini ke negara tetangga. Sejauh ini tiga negara yang sudah dipastikan menayangkan AYAT-AYAT CINTA 2 adalah Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Hanya saja penggemar Fahri di tiga negara itu harus sabar sampai filmnya tayang pada Januari 2018.

 

Sukses Ungguli ‘SUSAH SINYAL’

 

Meskipun tayang pada liburan panjang akhir tahun, perjalanan AYAT-AYAT CINTA 2 di tangga box office bukan tanpa halangan. Karena film ini dirilis bersamaan dengan film drama komedi keluarga SUSAH SINYAL. SUSAH SINYAL juga memegang beban cukup berat untuk melanjutkan kesuksesan CEK TOKO SEBELAH (2016) yang sama-sama disutradarai, ditulis naskahnya dan dibintangi oleh komika Ernest Prakasa.

 

Hanya saja AYAT-AYAT CINTA 2 mungkin bisa tersenyum lebih lebar karena raihan penonton yang sukses mengungguli SUSAH SINYAL. Hingga keempat hari tayang, SUSAH SINYAL ‘baru’ mengumpulkan 413.736 penonton. Dengan kedua film yang bakal sama-sama menembus satu juta penonton, siapakah yang akan berakhir lebih unggul?

 

Rasakan Eksperimen Mati Suri dalam Flatliners

Film yang menceritakan tentang sebuah eksperimen dan juga uji coba di dalam ilmu medis sering kali menjadi komoditas tersendiri untuk para penggemarnya. Sebuah film yang disutradari oleh Niels Arden Oplev berjudul Flatliners lah yang mungkin bisa menjadi pilihan bagi kalian, penggemar ilmu medis.

Sebenarnya sinema layar lebar tersebut adalah remake dari edisi yang sebelumnya yang mana pernah tayang pada tahun 1990. Namun dalam film Flatliners yang sekarang ada beberapa perbedaan dan juga perubahan latar meskipu Kiefer Sutherland, sang aktor yang ada di film 90annya, hadir kembali dalam karakter yang berbeda tentunya.

Synopsis Flatliners

Diceritakan dalam film itu, ada lima orang mahasiswa yang belajar di jurusan Ilmu Kedokteran. Mereka saat itu tengah berjuang dengan keras menempuh bidang studinya yang mana dilakukan lewat praktik magang. Dari tiap individu, mereka memiliki mimpi dan juga masa lalu yang cukup kelam. Dan masa lalu itu sangat sering menghantui mereka. salah satu dari mahasiswa kedokteran tersebut adalah Coutrney yang diperankan oleh Ellen Page. Ia menemukan sebuah alat eksperimen yang sangat berbahaya di sebuah ruangan yang ada di rumah sakit. Alat eksperimen berbahaya itu pasalnya terpojok di rumah sakit. Alat itu dikatakan sangat berbahaya karena bisa membuat orang mengalami yang namanya near death experience atau yang disebut dengan mati suri hanya dalam waktu singkat saja. Dan alat itu juga bisa menerawang aktifitas otak yang mana masih hidup.

Ia lalu dibantu oleh Sophia (Kiersey Clemons) dan juga Jamie (James Norton) untuk mencoba alat berbahaya tersebut. Hampir saja ia mati akan tetapi berhasil diselamatkan oleh Ray yang diperankan oleh Diego Luna. Dan setelah itu, teman-temannya ingin juga mencoba alat berbahaya itu. ellen yang sudah pernah merasakan mati suri menjadi berbeda selama beberapa saat. Kemampuan dari otaknya juga bertambah dan yang menakjubkan lagi, ia bisa mengingat semua pelajaran yang sudah ia pelajari sejak dulu.

Teman-teman yang ingin mencobanya antara lain Jamies, Sophian dan juga Marlo yang diperankan oleh Nina Dobrev. Mereka semua bisa merasakan pengalaman kematian namun salah satu temannya, Ray, menolak untuk mencoba alat berbahaya tersebut.

Meskipun kemampuan otak dan juga fisik menjadi lebih kuat dan juga bertambah, ada satu hal yang pasalnya janggal. Mereka di dalam film bandar togel online tersebut mengalami beberapa adegan ganjil dan juga mengerikan yang mana belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Ada Adegan yang dihapus

Film ini banyak sekali menuai kritik namun film ini tidak bisa dipungkiri menarik perhatian banyak orang untuk menontonnya karena film horor scientific ini memiliki plot yang beda dari yang lainnya. Sang sutradara bahkan membuka sebuah rahasia yakni adanya adegan yang dihapus di dalam film tersebut. Padahal hal tersebut sayangnya memiliki koneksi dengan film originalnya.

Adegan tersebut adalah adegan di mana memperlihatkan sang karakter utama dalam film orisinilnya yakni Nelson. Di akhir ceritanya, Nelson muncul dan juga menceritakan tentang kisah perjalanannya di alam baka. Hal tersebut membuat lima mahasiswa kedokteran yang ada di film tersebut, Ray, Marlo, Sophia, dan juga James terkejut.

Sang sutradara mengakui bahwa adegan itu dihapus guna menghindari kebingungan yang bakal terjadi untuk mereka penonton baru. Padahal hal itu dinilai bisa memberikan efek nostalgia dan euphoria untuk para penggemar film orisinilnya. Untuk penggemar yang pasalnya merasa kecewa tak perlu khawatir karena Opley pun mengatakan adegan itu akan muncul di DVD dan Blu-ray.

Ini Dia Review Film Justice League yang Ditunggu-tunggu

Justice League sebelumnya dianggap akan gagal apalagi setelah pergantian sutradaranya. Namun, film ini justru mengungkapkan ikon heroik yang hampir sempurna, sebuah langkah yang sangat maju untuk DCEU dan sebuah janji kehebatan yang tak pernah bisa dilupakan.Mungkin, inilah bentuk persaingan antara Marvel dan DC yang semakin memanas dimana keduanya tampak tidak pernah ingin kalah. Kita simak review Justice League berikut ini;

Menjadi Harapan Kesuksesan

Justice League akan menggambarkan Superman (Henry Cavill) yang telah binasa, dan dunia dalam bahaya. Masih dihantui oleh visi masa depan apokaliptik, Bruce Wayne (Ben Affleck) terus menyelidiki metahum di Bumi, dan bersama Wonder Woman (Gal Gadot) merekrut seorang speedster bernama Barry Allen alias The Flash (Ezra Miller), Arthur Curry yang memiliki kekuatan air aka Aquaman (Jason Momoa), dan Victor Stone yang disempurnakan secara cybernet alias Cyborg (Ray Fisher) untuk membentuk tim ragtag.

Visi Bruce sendiri mulai terwujud sepenuhnya dengan kedatangan Steppenwolf (Ciarán Hinds) dan Parademons – sebuah kekuatan asing yang memburu tiga perangkat tersembunyi yang dikenal sebagai Mother Boxes dengan harapan atau membentuk kembali dunia. Mengetahui bahwa bantuan mereka sangat dibutuhkan, Superman yang sebelumnya dikabarkan tewas kemudian keluar dari bayang-bayang togel hongkong untuk membentuk aliansi yang awalnya tidak solid namun terbukti bisa mengantarkan era baru superhero.

Film Justice League ini juga merupakan respon positif sekaligus pembuktian dari gagalnya film besar Batman v Superman: Dawn of Justice and juga film DCEU lain yakni Suicide Squad. Bahkan, untuk melodi muram Hans Zimmer telah digantikan oleh komposer Danny Elfman yang semakin booming dengan gaya yang lebih berani yang disukai para penggemar.Beberapa saat terdengar soundtrack melodramatis hingga suara yang menggelagar. Semua dikemas dengan cara yang sangat apik.

Ini penting untuk dilakukan karena sama seperti Wonder Woman, Justice League merupakan langkah maju yang penting bagi DCEU. Film ini seperti sebuah kunci dimana ketidaksuksesannya akan membuat film DCEU lainnya mengalami kegagalan. Untuk itulah seperti sebuah kewajiban DCEU harus mengemas Justice League dengan cara yang lebih spektakuler. Beruntungnya, mereka sepertinya berhasil karena Justice League saat ini terus mendapatkan sorotan dan pujian dari berbagai pihak.

Durasi 2 Jam yang Terasa Kurang

Bisa dikatakan, Justice League mendapatkan porsi pengeditan yang sangat singkat. Ada juga berbagai penambahan plot yang kurang signifikan yang berusaha dipaksakan masuk agar ceritanya terlihat sinkron. Memang berhasil, namun untuk cerita utamanya walau diberi durasi dua jam termasuk untuk kreditnya, masih dirasa kurang.Tapi secara keseluruhan, penampilan semua aktor superhero benar-benar memuaskan dan layak diacungi jempol.

Ya, hampir semua aktor bermain dengan solid di seluruh layar.Gal Gadot terus menyajikankarakter Wonder Woman yang tidak mungkin membuat orang yang menonton tidak jatuh cinta;sementara Ezra Miller dan Jason Momoa membawa energi yang menyenangkan dengan karakter Flash dan Aquaman, masing-masing – Miller terlihat sangat canggung dan kutu buku sedangkan Momoa sombong dan riuh.Ray Fisher juga berubah dengan performa yang baik sebagai Cyborg, walaupun (pada sifatnya), keadaan konstan evolusi membuatnya agak tidak jelas.

Lalu ada Ben Affleck, yang akhirnya mendapat kesempatan untuk mengantarkan Batman yang seolah terasahilang di episode sebelumnya dan memperbaiki langsung bagian yang hilang ke halaman DC Comics.Para penggemar memang sangat antusias untuk menantikan kembalinya Affleck sebagai Batman.Bagai gayung bersambut, Justice League benar-benar memberikan setiap kesempatan, harapan dan kesuksesan yang diinginkan semua orang.