Festival Film Cannes 2018: Mencari Film Indonesia

Sineas dunia menyambut Festival Film Cannes. Ini adalah pesta film bergengsi di Eropa dan juga dunia. Digelar pada tiap tahunnya di Cannes, Perancis, acara tersebut bakal terselenggara selama kurang lebih 2 pekan lamanya. Tahun ini, Cannes sudah dimulai pada tanggal 8 Mei 2018 tepatnya pada hari Selasa kemarin.

Sekilas Tentang Festival Film Cannes 2018

Tahun ini, Catherine Elise Blanchett (48), aktris berkebangsaan Australia, dipilih menjadi Dewan Juri Festival Film Cannes. Ia pasalnya menggantikan sutradara film bandar togel terbaik asal Spanyol, Pedro Almodovar. Acara Festival Film Cannes 2018 ini digelar pada tanggal 8 Mei 2018-19 Mei 2018.

Blanchett yang mulai mengawali karirnya di dunia film sejak dirinya terjun ke sana pada tahun 1997 inu berhasil terpilih sebagai aktris pendukung yang terbaik.

Aktor dan aktris dari seluruh dunia pasalnya akan berdatangan dalam akhir pekan guna menghadiri festival film yang paling bergengsi yang telah berlangsung untuk kali ke-71. Dan pastinya, mereka semua akan mempersiapkan diri untuk berjalan di karpet merah yakni di Palais des Festival et des Congres sebagai penghargaan yang bergengsi dalam dunia sinematografi.

Blanchett yang mana merasa sangat terhormat menjadi ketua dewan juri tersebut terus menanjak di tahun 1998 ketika ua meraih penghargaan Golden Globe yang mendapatkan nominasi Artis Terbaik untuk filmnya yang berjudul Elizabeth pada tahun selanjutnya ia mendapatkan penghargaan BAFTA untuk film yang mana sama sebagai aktris terbaik.

Ada Film Indonesia di Festival Film Cannes

Hampir tiap tahunnya, di Festival Film Cannes ini ada film Indonesia yang diputar di sana. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini, makin banyak film Indonesia yang unjuk gigi di sana. Sebut saja film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak yang mampu memukau pengunjung Cannes pada tahun lalu setelah film pendek Prenjak, sebelumnya juga mampu membuat para juri kagum.

Pada tahun 2015, ada juga The Fox Exploits The Tiger’s  Might yang mana mewakili Indonesia di Cannes. Sebelumnyanya, sudah ada beberapa film lainnya misalnya Kara, Anak Sebatang Pohon (2005), Daun di Atas Bantal (1998), Serambi (2006), dan bahkan juga Tjoet Nja’ Dhien (1988).

Akan tetapi tahun ini tak ada satu pun judul film Indonesia yang ditayangkan di Festival Film Cannes 2018. Menurut penelusuran dari salah satu media di Indonesia, yakni CNN Indonesia, di situs resmi dari Festival Film Cannes ini, film Indonesia tak disebut satu pun di salah satu kategori, baik itu di Un Certain Regard, Special Screenings, Competition, Out of Competitions, Short Films, Cinefoundations, apalagi di Cannes Classics.

Namun yang menarik adalah ada beberapa film dari Asia yakni dari Korea dan Jepang yang masuk dalam rekomendasi tontonan yang paling ditunggu dari beberapa situs berita.

Cannes pun akan menjadi wadah pemutaran film-film yang telah dikenal sebelumnya seperti misalnya Farenheit 451 (kategori Out of Competition), Rafiki (kategori Un Certain Regard). Whitney (Kategori Out of Competition),Solo: A Star Wars Story (kategori Out of Competition), Pope-Francis-A Man of His Word (kategori Special Screenings).

Terlepas dari tidak adanya film Indonesia, Cannes sendiri kali ini tengah diwarnai dengan konflik antara penyelenggara dan juga Netflix. Layanan streaming ini menarik film lainnya dari Cannes dikarenakan penyelenggara sendiri melarang film Netflix ikut ke dalam kompetisi di dalam festival itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *