Setnov Resmi Ditahan, KPK Bakal Dituntut ke Pengadilan Internasional

Publik Indonesia memang sepertinya tengah menyorot sepak terang Ketua DPR-RI, Setya Novanto. Ketua Umum Partai Golkar berusia 62 tahun itu memang tengah jadi buruan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menjeratnya sebagai tersangka kasus mega proyek e-KTP. Tak main-main, Setnov diduga merugikan negara hingga lebih dari dua triliun rupiah.

 

Namun bukannya bertindak ksatria seperti seharusnya wakil rakyat, Setnov malah memilih kabur. Dengan dalih sakit, Setnov enggan memenuhi panggilan KPK hingga dianggap sebagai buronan. Dirinya bahkan sempat hilang saat penyidk KPK hendak menjemputnya di rumahnya yang berada di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan hari Rabu (15/11). Tetapi sehari setelah kejadian lenyapnya Setnov, sang koruptor malah mengalami kecelakaan tunggal hari Kamis (16/11) malam.

 

Mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang dikemudikan Hilman Mattauch itu menabrak tiang listrik. Setnov yang duduk di bangku belakang langsung dilarikan ke RS Medika Permata Hijau. Pengacara Setnov, Fredrich Yunadi menyebutkan kalau mobil Fortuner itu sampai hancur lebur meskipun dalam foto yang beredar, hanya bagian bumper depan mobil mewah itu yang rusak tapi tidak sampai ke bagian kaca depan. Bahkan ¾ bagian mobil Fortuner itu masih gagah.

 

“Setelah sampai Medika langsung panggil dokter untuk MRI scan. Darurat ya. Beliau masih tidur dan diperban lukanya. Benjol besar kepalanya seperti bakpao, tangannya berdarah semua,” ungkap Fredrich. Namun keterangan Fredrich ini malah jadi bahan olokan warganet saat foto Setnov beredar. Dalam foto dewa poker itu terlihat bagian pelipis kiri Setnov ditutup oleh perban dan tidak terlihat luka di wajah atau benjol bakpao sama sekali.

 

Kondisi Setya Novanto Yang Tak Mengkhawatirkan

 

Dalam keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono hari Jumat (17/11), sebelum kecelakaan, Setnov yang sebelum di gedung DPR-RI hendak diajak Hilman untuk menghadiri program Prime Times di Metro TV secara langsung. Namun dalam perjalanannya, wawancara berubah menjadi live by phone. Hilman pun memberikan HP-nya ke Setnov dan dalam kondisi mengemudi dia memainkan ponsel sehingga berujung kecelakaan tunggal dan menabrak tiang listrik.

 

Tak ingin kehilangan Setnov lagi, KPK pun melakukan gerak cepat dan memindahkannya ke RSCM hari Jumat (17/11). Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif menyebutkan kalau kondisi Setnov sekarang tak terlalu parah, “Kondisi terakhir saat ini beliau di RSCM dan lumayan oke. Tidak terlalu mengkhawatirkan. Kita lihat dia sembuh dulu,” seperti dilansir Detik.

 

Pengacara Bakal Tuntut KPK ke Pengadilan HAM Dunia

 

KPK akhirnya resmi mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Setnov. Hanya saja pihak keluarga Setnov yakni sang istri Deisti Astriani Tagor, menolak menandatangani Berita Acara Penahanan. “KPK melakukan penahanan terhadap SN. Terhitung sejak 17 November hingga 6 Desember. Sedianya beliau ditahan di rutan Kelas I Jakarta Timur cabang KPK,” jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

 

Karena ditolak keluarga Setnov, KPK juga menyiapkan Berita Acara Penolakan yang lagi-lagi ditolak juga. KPK sendiri sudah memutuskan pembantaran untuk penahanan Setnov karena membutuhkan perawatan dokter. Menanggapi aksi KPK. Fredrich berencana menuntut sampai ke pengadilan HAM internasional.

 

“Sejak kapan KPK punya wewenang dan berdasar undang-undang apa bisa menahan orang yang tanpa diperiksa? Beliau kan dalam keadaan sakit cukup serius. Ini berarti pelanggaran HAM. Kami sudah merencanakan akan menuntut di pengadilan HAM internasional. Mereka memaksa kita supaya menandatangani dan kita menolak,” ungkap Fredrich.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *